Warga binaan Lapas Wanita Kelas IIB terlibat aktif penyuluhan hukum dan keagamaan yang dibina oleh dosen tadris fisika Dr. Desyana Olenka Margaretta, M.Si

Penyuluhan hukum adalah salah satu kegiatan penyebarluasan informasi dan pemahaman terhadap norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuannya, untuk mewujudkan dan mengembangkan kesadaran hukum masyarakat sehingga tercipta budaya hukum dalam bentuk tertib atau patuh terhadap norma hukum dan perundang-undangan.

Sedangkan penyuluhan keagamaan merupakan sesuatu yang penting untuk dipahami khususnya berkaitan dengan pengembangan wawasan yang koheren dan ilmiah tentang penyuluhan agama. Penyuluhan Agama sebagai sebuah proses merupakan bagian dari kegiatan dakwah Islam

Hasil analisa para ilmuwan menunjukkan adanya model fisika dalam gerakan kinetik yang dilakukan oleh koki saat melempar nasi goreng, yang kemudian gerakan ini disebut dengan kinematika. Sebab, sangat penting melempar nasi dan bahan-bahan makanan untuk dimasak pada susu tinggi tanpa terbakar, untuk mendapat masakan terlezat. Untuk membuktikan teknik para koki ini benar-benar dapat membuat makanan yang lezat dengan melemparnya ke udara. Para fisikawan telah menganalisa gerakan berulang yang digunakan koki saat melempar nasi. Koki-koki ini membuat gerakan tertentu yang diulang sekitar tiga kali per detik.

Dengan menggunakan model ini, peneliti memberi peringkat semua kemungkinan kinematika dalam tiga metrik, yakni proporsi nasi yang dilemparkan, ketinggian terbangnya, dan perpindahan sudut nasi. Setiap pengulangan termasuk menggeser wajan ke depan dan ke belakang, sambil secara bersamaan diayunkan ke sana kemari, menggunakan tepi kompor sebagai titik tumpu. Demikian pula, manuver kompleks ikut bermain saat memasak makanan lainnya. Misalnya, memiringkan dan memutar panci diperlukan untuk mendapatkan crepes yang halus dan rata. Dengan mensimulasikan lintasan nasi dalam wajan, para peneliti juga menemukan beberapa tips kuliner utama. Gerakan goyang dan geser tidak harus sinkron, kalau tidak nasi goreng tidak akan tercampur dengan baik dan bisa terbakar atau gosong.

Selain itu, terpenting gerakan wajan harus diulang dengan cepat. Sebab, dalam ilmu fisika, memindahkan wajan lebih cepat bisa membuat nasi terlempar lebih tinggi. Namun, goncangan yang lebih cepat mungkin akan sulit dilakukan oleh koki.

Memberikan sebuah pengetahuan edukasi kepada warga binaan lapas kelas IIB Tulungagung, serta mengajak masyarakat yang sekitar untuk berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Dr. Desyana Olenka Margaretta, M.Si tepatnya di Lapas Tulungagung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *